Kaum Wanita Lebih Rentan Terserang Nyeri Sendi

sendi lututKaum perempuan lebih rentan terserang penyakit nyeri sendi atau Osteoarthritis (OA) ketimbang laki-laki. Rentannya kaum perempuan terhadap OA tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya karena obesitas setelah melahirkan, sebab setiap kehamilan pasti akan menambah berat badan. Selain itu juga disebabkan pola makan, pola hidup (lifestyle) perempuan yang sering mengenakan high hills karena sendi lutut akan menopang tubuh lebih berat.

Sebenarnya penyakit nyeri sendi dialami semua orang dan dianggap sebagai penyakit sepele. Padalah, penyakit OA tidak dapat dipandang enteng, sebab dapat menyebabkan kelumpuhan seumur hidup sehingga penting untuk mencegah penyakit ini sedini mungkin. Namun, yang paling rentan adalah kaum perempuan. Padahal, rasa nyeri tersebut dapat mengakibatkan kehilangan fungsi tubuh atau kelumpuhan.

Masyarakat Indonesia sering menyebut nyeri sendi sebagai pertanda awal rematik atau asam urat. Namun sebenarnya, nyeri tersebut dapat menjadi pertanda adanya penyakit Osteoarthritis (OA) atau penyakit degeratif yang menyerang sendi tulang dan biasanya diderita pasien usia lanjut.

OA ditandai dengan adanya rasa sakit pada sendi setelah melakukan gerakan berlebih, terasa kaku, pembengkakan dan bunyi jika sendi digerakan. Sendi yang paling sering diserang adalah sendi lutut dan sendi panggul, sebab sendi tersebut bekerja paling berat karena menopang tubuh.

Oleh karena itu, berat badan berpengaruh besar terhadap kualitas sendi. Semakin berat badan seseorang, semakin besar risiko terkena kerusakan sendi. Pencegahan  yang paling mudah, yakni dengan gaya hidup sehat, mengontrol berat badan, olahraga ringan yang dilakukan secara terus menerus, dan mencegah kegiatan yang banyak menggunakan kinerja sendi serta rutin melakukan pemeriksaan.

Facebook Comments